Diberdayakan oleh Blogger.

Lencana Facebook

Pengikut

RSS


LAPORAN PRAKTIKUM
MORFOLOGI DAN ANATOMI TANAMAN
BATANG
(JAGUNG,RUMPUT TEKI,MARKISA,LABU,KANGKUNG)


OLEH :
                                            
AGUSTRAI
0832110022
AGRIBISNIS

LABORATORIUM TANAH DAN KONSERVASI LINGKUNGAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2011

I.PENDAHULUAN


1.1        TEORI
        Batang merupakan bagian tumbuhan yang amat penting menginat tempat dan kedudukannya batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.
      Jika kita melihat batang berbagai jenis tumbuhan, akan terlihat bahwa ada diantaranya yang jelas kelihatan batangnya, tetapi ada pula yang tampaknya tidak berbatang karena semua daunnya seakan-akan keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun rapat satu sama lain yang disebut roset (rosula).Pada umumnya batang berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. Batang terdiri dari ruas-ruas yang pada tiap perbatasan ruas inilah terdapat daun. Arah tumbuh batang biasanya ke atas, menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop). Batang selalu bertambah panjang di ujungnya, mengadakan percabangan dan umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek.
       Batang bagi tumbuhan mempunyai fungsi untuk :
a.  mendukung bagian-bagian tumuhan yang ada diatas tanah,yaitu daun,bunga,dan buah.
b.  dengan percabangannya memperluas bidang asimilasi dan menempatkan bagian-bagian tumbuhan di dalam ruang sedemikian rupa,hingga dari seg kepentingan tumbuhan bagian-bagian tadi terdapat dalam posisi yang menguntungkan.
c.  Jalan pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah keatas dan jalan pengangkutan hasil-hasil asimilasi dari atas kebawah.
d.  Menjadi tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan.

           Pada tumbuhan monokotil batang tidak bercabang-cabang, pembuluh angkut (xilem-floem) tersebar, tidak punya jari-jari empulur, tidak ada kambium vaskular sehingga tidak dapat membesar, empulur tidak dapat dibedakan di daerah korteks.Pada batang monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder. Sedangkan pada batang dikotil bercabang-cabang, pembuluh angkut teratur, punya jari-jari empulur, mempunyai kambium vaskular sehingga dapat membesar, dapat dibedakan antara daerah korteks dan empulur, ada kambium di antara xilem dan floem.

1.2 TUJUAN PRAKTIKUM
    1.2.1  Tujuan Umum
Mahasiswa dapat memahami praktikum dan teori.
1.2.2  Tujuan Khusus
Mahasiswa dapat memahami tentang morfologi batang serta bentuknya











II.METODELOGI


2.1    Bahan dan Alat
2.1.1    Bahan
a.  Batang jagung
b.  Batang rumput teki
c.  Batang markisah
d.  Batang labu
e.  Batang kangkung
2.1.2    Alat
a.  Buku gambar                                           b. Pensil warna






c. Mistar                                                       d. Pisau cutter






e. Lap halus dan lap kasar                           f.  Penghapus






g. Baju lab.                                                   h. Lem





2.2   Cara Kerja

·   Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
·   Siapkan bahan (Batang tumbuhan) diatas meja.
·   Amati kemudian gambar batang tersebut pada buku gambar.
·   Berikan keterangan pada gambar berupa klasifikasi tanaman dan bagian-bagiannya.
·   Belah batang tanaman kemudian awetkan dengan menggunakan alcohol kemudian keringkan.
·   Tempel pada buku gambar akar tanaman yang telah diawetkan.



























III. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1   Batang jagung
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom   : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas              : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas       : Commelinidae
Ordo               : Poales
Famili              :
Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus             :
Zea
Spesies           : Zea mays L.
       Batang jagung tegak dan mudah terlihat,batang jagung tidak bercabang, berbentuk silinder,dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol.Dua tunas teratas berkembang menjadi tunas produktif. Secara umum batang tersusun atas epidermis yang berkutikula dan kadang terdapat stomata,system jaringan dasar berupa korteks dan empulur,dan jaringan pengangkut (xylem dan floem).Untuk jaringan pengangkut tersusun dalam berkas-berkas dan tersebar di seluruh permukaan batang.Di antara berkas-berkas pengangkut tersebut dikelilingi oleh jaringan parenkim. Daerah parenkim kortek banyak ditemukan variasi sel parenkim baik sebagai parenkim penimbun, sel batu ataupun parenkim kelenjar. Sel dan kelenjar minyak, sel dan ruang lendir, benda-benda ergastik banyak ditemukan di daerah kortek ini. Sel sklerenkim (serabut) dan sel sklereida (sel batu) .
3.2   Batang rumput teki
Kingdom           : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom     : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi      : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                 : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas         : Commelinidae
Ordo                 : Cyperales
Famili               :
Cyperaceae
Genus              :
Cyperus
 Spesies           : Cyperus rotundus L.
     Batang rumput teki merupakan batang triangularis karena batangnya berbentuk segitiga, sifat batag tumbuhan yaitu calamus atau mending,sifat permukaannya licin (leavis).arah tumbuh batang tegak lurus (erectus),dengan percabangan batang monopodial semu  karena mimeliki percabangan yang hampir sama sehingga sulit membedakannya. Tidak ada kambium gabus.Penebalan sekunder tidak ada (dengan ikatan pembuluh senyawa dalam Gahnia).

3. 3 Batang markisa
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom   : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
 Divisi             : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
 Kelas            : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
 Sub Kelas     : Dilleniidae
 Ordo             : Violales
 Famili            : passifloraceae
 Genus          : passiflora
 Spesies        :
Passiflora edulis Sims
       Batang markisa mempunyai batang kecil, langsing, dan panjang sekali.Batangnya merambat dengan bantuan sulur berbentuk pilin (spiral). Bentuk batang : pada penampang melintang dari tumbuhan ini adalah berbentuk segi empat. Dan jika dilihat dari permukaannya, batang tumbuhan ini memperlihatkan sifat yang bermacam-macam. Permukaan batangnya adalah seperti bersayap (alatus), biasanya pada batang yang bersegi, tetapi pada sudut-sudutnya terdapat pelebaran yang tipis.
3.4  Batang labu

Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : dilleniidae
Ordo                : Violales
Famili              :
Cucurbitaceae (suku labu-labuan)
Genus             : cucurbita
Spesies           :
Cucurbita moschata Durch
      Tumbuhan ini merupakan terna semusim yang lunak serta berbulu. Tumbuh menjalar atau merambat dengan kait pada batangnya dan jarang berkayu. Kait pada ujung batangnya dan berbentuk melingkar seperti spiral. Batangnya berwarna hijau muda dan berbulu halus, dan berakar lekat. Panjang batangnya mencapai lebih dari 5 meter.
3.5  Batang kangkung

Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi     : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : asteridae
Ordo                : solanales
Famili              : convolvulaceae
Genus             : ipomoea
Spesies           : Ipomoea aquatica Forsk.
      Batang kangkung merupakan batang yang lunak.berair,dan berongga. Tumbuhan ini memiliki batang yang menjalar dengan daun berselang dan batang yang menegak pada pangkal
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1  Kesimpulan
      Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting, danmengingat  kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.bentuk batang bermacam-sesuai dengan fungsinya masing-masing.begitupula dengan anatomi batang juga berbeda-beda pada setiap tumbuhan.
4.2  Saran
      Sebaiknya sebelum dan sesudah praktikum diadakan doa bersama.
Waktu praktikum sebaiknya lebih diatur agar peserta melaksanakan praktikum secara serempak.selain itu dharapkan memperhatikan waktu sholat.














DAFTAR PUSTAKA
Tjitro soepomo,Gembong.2005.Morfologi tumbuhan.Yogyakarta:Gadjah mada                                   university.
Anonym.1.2008. http://www.scribd.com. Diakses pada tanggal 28 oktober 2011.
Anonym.2.2008. batang. http://id.wikipedia.org.wiki/batang. Diakses pada tanggal                    28      oktober 2011.
Anonym.3.2009. http://www.plantamor.com/. Diakses pada tanggal 3 november 2011.
Anonym.4.2009.http://rieckanciit.blogspot.com/2011/04/laporan-morfologi-       tumbuhan-iii.html/2008/10/morfologi-tumbuhan.html. Diakses pada tanggal 5 november 2011
Anonym.5.201.http://www.docstoc.com/docs/76914924/laporan-morfologi- batang, Diakses pada 7 november 2011















 AYAT YANG BERHUBUNGAN
Dan [Kami membawa sebagainya] pohon yang keluar dari Gunung Sinai yang memproduksi minyak dan makanan untuk mereka yang makan.(Q.S Al-mu’mimiun ayat :20)



Dan goyanglah pangkal batang pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.(Q.S Maryam ayat: 25)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Agustrai mengatakan...

mantap

Poskan Komentar